Joan Maramis

Sesungguhnya aku mengutus seorang malaikat berjalan didepanmu untuk melindungi engkau di jalan...
Keluaran 25:20a

Pengalaman indah di Udara,khususnya bersama pesawat AU Hercules.
Kali ini saya berpergian dengan Marsha putriku saat itu masih berusaha 4 tahun..karena saya suka berpetualang jadi kami naik pesawat AU Hercules.Kami berangkat dari bandara Sam Ratulangi Manado.Sebelum jam 06:00 pagi kami sudah berada di bandara,menunggu pesawat Hercules dari Biak.Kami sangat menikmati penerbangan ini , karena suasananya dalam pesawat sangat berbeda dengan pesawat komersil yang biasa kami tumpangi.Kami duduk sambil berhadapan ,berdesak desakan - karena pesawat sudah penuh dari Biak..bahkan sebagian penumpang dari manado berdir seperti penumpang di bis kota,ditambah lagi barang - barang pindahan dari keluarga A. U .Tidak ketinggalan beberapa suara kiau burung danceloteh dari burung kakaktua . Kami tidak merasa diatas pesawat tapi pada suasana kompleks perumahan yang pindah di udara penuh dengan keributan .
Pengalaman yang paling unik adalah ..kami banyak singgah ke beberapa kota mulai P.Sulawesi (Gorontalo),P.Kalimantan (Balikpapan), juga kota di P.Jawa (Surabaya,Malang)
Sebelum mendarat mesin pesawat sudah mengalami kerusakkan kami mendarat di malang cukup lama,karena pesawat harus diperbaiki dan hari sudah menjelang sore.
Sesaat pesawat mulai meninggalkan landasan pacu,pesawat mulai oleng.. dan dari sebelah kiriku,mesin pada baling-baling mengeluarkan asap .. disusul percikan api yang mulai berkobar, Kembali pesawat oleng ... dan awak penumpang mulai panik dan histeris.Suasana di pesawat sudah tidak nyaman karena kami semua sudah terlempar kesana kemari , juga barang-barang sudah berhamburan.
Sementara saya lebih merapatkan dekapan pada Marsha putriku.dan dia begitu tenang dalam dekapanku,saya berkata kepadanya,"Marsha mari kita berdoa ,supaya Tuhan mengirimkan malaikat untuk menolong kita semua "
saya melihat dari bingkai jendela pesawat nampaklah seorang malaikat dengan sayapnya yang berkilauan.Karena saat itu matahari sore begitu cerah dengan hamparan kebun jagung dibawah kami.Sebenarnya kami semua sudah jatuh,karena pesawat beberapa kali oleng namun dengan tenang dan begitu memukaunya sang malaikat menuntun pesawat Hercules yang kami tumpangi mendarat dengan mulus di landasan pacuBandara AU Kota Malang.
seorang Ibu yang duduk disampingku sangat gusar melihat saya hanya tersenyum tenang dan dengan tenang saya menjawab "ada malaikat yang sudah menolong kita terhindar dari musibah yang nyaris merenggut banyak jiwa"
sejenak saya merenung... "saya tahu,walaupun tampaknya saya tidak berarti di dunia yang luas ini,namun Tuhan selalu memperhatikan saya ,Ia telah menghindarkan dari musibah ini ,Ia tidak akan lalai menjaga milik KepunyaanNya yang sangat dikasihi dari kehancuran yang sia-sia.
"Inilah Hercules yang sesungguhnya" sehebat apapun ciptaan tangan manusia ,tanpa campur tangan sang Pencipta dengan mengirimkan sang Hercules yang sesungguhnya untuk menolong siapapun yang membutuhkan pertolongannya dan percaya padaNya!
Ikuti kisahku..selanjutnya yang lebih menegangkan dan luar biasa.
Joan Maramis

"Kita tidak hanya hidup diantara manusia tapi juga ada penghuni surgawi,para penonton yang kudus,yang memandang dengan simpati,yang melihat,mengetahui,dan mengapresiasikan pikiran,perasaan dan tindakan kita."
~Henry Ward Beecher,Royal Truths~



Sejak kecil saya sudah sangat mengaggumi sosok malaikat walaupun hanya melihat dari gambar-gambar.Kekaguman itu saya tuangkan dalam bentuk coretan-coretan di dinding kamar atau di kertas gambar.Bila mendapatkan gambar-gambar dari majalah pasti sudah saya gunting.Suatu ketika usiaku 9 tahun,saat itu di gereja saya baru menerima komuni pertama karena saya dibesarkan secara katolik bersama dengan adik perempuan saya diantara nyala lilin-lilin ada sesuatu yang bersinar lebih terang dari nyala lilin-lilin itu,cahaya itu makin nampak berkilau dan sangat cemerlang dan nampaklah sosok orang yang lebih besar dari pastor saya (padahal pastor ku orang Belanda). Namun sosok itu lebih jelas yang menarik perhatian saya adalah sayapnya yang sangat besar dan berkilauan.Sejak itu,saya tahu bahwa itu adalah "Malaikat Pelindungku"
Entah sudah berapa banyak kali sang malaikat menjaga menolong saya dari perkara-perkara yang tak mampu ku tanggung. Kita sangat membutuhkan pertolongan dan pertolongan itu datangnya bukan dari sesama kita,akan tetapi dari pertolongan "supernatural" yang begitu tepatnya menolong kita disaat yang amat kritis,mereka dapat hadir diantara kita dimanapun kita berada,di udara,di laut,di malam yang pekat,di dalam kesesakkan,keputus asaan.Bahkan hal-hal yang membahayakan kita dapat terhindar dengan cara mereka mengingatkan kita.Tanpa suara mereka menemani kita,mereka menawarkan kesempatan untuk mengubah ketakutan kita menjadi jembatan penghubung,pemulihan,dan pengharapan akan arti diri kita.Mereka dapat membimbing,mengarahkan kita pada pandangan baru dalam pandangan yang positif.Postur tubuhnya sangat tinggi dan tegap,satu setengah kali bahkan lebih dari tubuh normal kita.Raut wajahnya sangat sempurna bagaikan di pahat tidak bercacat cela wajahnya sangat halus,Rambutnya ikal,dari wajahnya terpantul kedamaian yang menentramkan hati mereka tersenyum begitu lembut jari-jarinya begitu besar dan kokoh.Mereka dapat hadir dengan sosok seperti manusia biasa mengenakan kemeja dan pantalon atau dapat tampil dalam setelan jas lengkap dengan tuxedo,ataupun malaikat bersayap. begitu mempesona dan berwibawa melambangkan kesempurnaan ciptaan Tuhan.
Kami dapat berkomunikasi layaknya seorang sahabat mengingatkan kita,untuk hal-hal yang dapat merugikan atau membahayakan kita.Namun semua dapat kita rasakan keberadaanya disaat kita membutuhkan sebuah pertolongan.

"Hal-hal terbaik dan paling indah di dunia tidak bisa dilihat,bahkan tidak bisa disentuh.Mereka harus dirasakan dengan hati."
~Helen Keller~